An-Naba 17

PEMIMPIN AKHIRZAMAN TELAH DATANG

SOLUSI KRISIS net. Kontak,presiden sby

Ditulis oleh annaba17 di/pada Oktober 10, 2008

10-10-2008
94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.(Al-A’raf)
47. Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa ayat2 kami dengan serta merta mereka mentertawakannya.(Azzukhruf)
48. Dan tidaklah kami perlihatkan kepada mereka suatu ayat kecuali ayat itu lebih besar dari ayat2 yang sebelumnya. dan kami timpakan kepada mereka azab[1359] supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).

[1359] yang dimaksud azab di sini ialah azab duniawi sebagai cobaan dari Tuhan seperti kurangnya makanan, berjangkitnya hama tumbuh-tumbuhan dan lain-lain.

94 Al-A’raf
Nabi, bermula dari naba`, artinya Berita Besar. Pembawa berita besar itulah Nabi. Beritabesar itu Alqur`an. Ini bukan hanya cerita Nabi 1 – 25 dulu, namun semua Nabi yang diAlqur`an dan tak disebut sampai akhir zaman.
Merendahkan diri kepd siPembawa Berita di Zaman Akhir (ZA) ini menunjukkan menundukkan diri ke Allah dan RasulNya.

47 Azzukhruf
ayat2 kami =tanda2 Kami=tanda2 Allah.Tanda Allah dimuka bumi, si Adam. Tunduk sama siAdam berarti merendahkan diri kepada Allah. Sebaliknya, ialah Pembangkang yang enggan dan menyombongkan diri.Tanda2 Allah=Para siAdam. Dari awal manusia ini sampai ZA, ADA Manusianya.

48 Azzukhruf
Kembali ke Allah. keAllah datangi RasulNya. keRasul terima Pemimpin yang dari kamu yakni siAdam. AdaM=Ada Manusianya sekarang di Akhir Zaman (ZA) ini.

Kejadian dilangit dan bumi (dunia), khususnya Indonesia, menjadi pelajaran bagi yang berfikir. Perubahan iklim, pemanasan global, krisis dinegara adi kuasa, Lumpur lapindo yang belum pernah kami timpakan kepada umat sebelum kamu, penyelesaiannya dengan menundukkan diri dengan AdaM sebagai khalifah Allah dimuka bumi ini (ZA). Jangan pemecahan masalah ini dengan ilmu yang sampai tingkat doctoral. Akhirnya dengan ilmunya, ia enggan dan menyombongkan diri kpd siAdaM.
Alhamdulillaah, telahlah sampai kabar gembira dan peringatan ini supaya jangan kamu mengatakan belum pernah sampai kabar gembira dan peringatan kepada kami.

Saya akhiri dengan wasiat: “Turunkan BBM 12% agar mimpi buruk (nightmare) yang ditakuti tidak terealisasi. wassalaam

Ditulis dalam Uncategorized | yang berkaitan: , | Leave a Comment »

BERITA BESAR

Ditulis oleh annaba17 di/pada September 19, 2008

Hai manusia!, Bagaimana kamu mengenal Tuhanmu yang namanya Allah, sedangkan sewaktu Dia memperkenalkan diri kepadamu dengan didatangkannya Rasul-Nya dan para pewaris sekalian nabi yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan, itulah si Pemimpin, kamu menyombongkan diri kepadanya dengan amal dan ilmumu, bahkan ada pula yang menyombongkan diri dengan kemaksiatannya.

Ketahuilah! Jika kamu berkendaraan amal dan ilmu untuk mengenal Tuhan dan seolah-olah kamu mengenal Tuhan, aku takut kamu melampui batas (thagha) sehingga yang kamu sembah sebenarnya adalah thaghut yaitu sembahan yang tidak kamu ketahui tapi sangat kamu yakini keberadaannya dan akhirnya kamu ragu-ragu atas apa yang disampaikan si Pemimpin yang telah didatangkan Tuhanmu kepadamu membawa kabar gembira sekarang ini.

Ingatlah :

Artiny

a: Dan (Ingatlah) Ketika kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka Sujudlah mereka, kecuali Iblis, ia enggan dan menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang kafir.(Q.S. 2: 34).

Tidakkah kamu mengambil pelajaran dari ayat tersebut ketika para malaikat yang sudah mempunyai ilmu dan lebih banyak amalnya bersujud kepada Adam sebagai Pemimpin dimuka bumi, dan yang tidak mau bersujud kepada Adam, si Pemimpin adalah Iblis (pembangkang). Inginkah kamu disebut demikian..?

Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

Ataukah kamu seperti umat Nuh, Musa, Ibrahim dan juga Isa serta Muhammad SAW ibnu ‘abdullah ketika dizamannya mereka membacakan ayat-ayat Tuhan secara jelas dan terang, kebanyakan umat tersebut memperolok-olok, menghina, menyatakan mereka gila dan sesat. Maukah kamu berpikir..?

Mereka semua dahulu dan juga si Pemimpin sekarang ini, mengumandangkan kalimah yang satu, yaitu :

Laa ilaaha illallaah !”

Tiada Tuhan selain Allah !”

Tuan-tuan sekalian, siapakah yang akan kamu datangi?.. Tuhankah? Sedangkan Tuhan tiada.., ataukah Allah yang hanya nama dan sebutan yang terdiri dari huruf dan persangkaan yang ada dibenakmu sehingga kamu mengada-ada, sedangkan Dia tidak seumpama dengan segala sesuatu. Jika kamu hidup dizaman Ibrahim, maka kamu harus ikuti Ibrahim jangan lagi mengikuti si Nuh begitu juga kalau kamu hidup dizaman Musa, maka ikutilah si Musa dan kalau kamu hidup dizaman Muhammad SAW ibnu Abdullah setelah beliau wafat ikutilah Abu Bakar setelah itu ‘umar, ‘utsman dan Ali dan seterusnya. Karena disetiap zaman, pembawa risalah itu akan senantiasa ada.

Maka tuan-tuan sekalian, datangilah orang yang mengumandangkan kalimah yang satu ini. Dia tidak minta balasan apapun, bahkan pahala yang lebih berat dari langit dan bumi serta isinya ini darimu.

Jika kamu tak memenuhi seruannya untuk berserah diri, maka mulai saat ini jangan katakan kamu orang islam (orang yang berserah diri). Bahkan kamu adalah orang yang pertama kali ingkar dengannya.

Islam bukanlah berdasarkan atas garis keturunan nenek moyang. Islam berdiri pada tiap-tiap jiwa orang-orang yang beriman (percaya) yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah tanpa sedikitpun ada bantahan karena tiada yang membantah ayat-ayat Allah kecuali orang-orang yang kafir.

Firman Allah:

Wa yauma nab’atsu fii kulli ummatin syahiidan ‘alaihim min anfusihim waji`naa bika syahiidan ‘alaa haa-ulaa-i, wanazzalnaa ‘alaikal kitaaba tibyaanan likulli syai-in wa hudan wa rahmatan wa busyraa lilmuslimiin

Artinya: Suatu hari Kami akan bangkitkan ditengah setiap umat seorang saksi terhadap mereka dari kalangan mereka sendiri; dan Kami datangkan kamu sebagai saksi terhadap mereka ini semua. Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab yang menjelaskan segala sesuatu, suatu petunjuk dan rahmat serta khabar gembira bagi orang-orang islam (yang berserah diri). (Q.S. 16: 89)

Jadi, si saksi didatangkan Allah sebagai pengganti Rasul-Rasul terdahulu, pewaris nabi-nabi yang akan memimpin umat untuk bersatu dengan keterangan yang nyata dari Tuhan sebagai pembawa khabar gembira sekaligus peringatan.

Jika kamu memang beriman (percaya), apabila dibacakan kepadamu ayat-ayat Tuhan atau selebaran (buletin) ini sampai kepadamu tentulah akan bertambah keimanan dengan bukti mendatangi orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan secara jelas dan terang, tanpa sedikitpun keragu-raguan dan khabar ini merupakan khabar gembira bagimu.

Namun, apabila dibacakan kepada orang-orang kafir ayat-ayat Tuhan ataupun selebaran (buletin) ini sampai kepadanya pastilah akan menambah kedurhakaan, keingkaran dan menambah penyakit (panas) didalam hatinya dan tentulah pada saat berceramah (kalau dia seorang khathib, ustadz, kiai, ‘ulama, syekh, maulai dsb) pada jama’ahnya akan membuat fitnah dan mengatakan “jangan dekati pengajian itu..!! Sesat..!!, padahal dia ketakutan kehilangan job, takut miskin, takut kehilangan anak istrinya yang lebih dia cintai dari pada berjuang bersama Allah dan rasulnya. Dan sesungguhnya mereka itu menyaksikan sendiri keingkarannya.

Menyatukan umat ini bukanlah dengan ‘ubudiah, yang ‘ubudiah tersebut akan membentuk golongan-golongan, yang satu golongan akan merasa golongannya paling benar, sedangkan si saksi adalah orang yang membenarkan yang ada pada setiap diri atau golongan apapun dan tidak akan meminta upah sedikitpun atas seruannya kepadamu dan kamu akan menyaksikan sendiri bahwa dialah pemimpin yang akan menyatukan umat kedalam kekuatan iman dibawah naungan islam.

Jika kamu memang beriman…! Marilah rapatkan shaf, luruskan barisan dan yakinlah…!!!

Ditulis dalam 3. BERITA BESAR DARI PEMIMPIN AKHIR ZAMAN | Leave a Comment »

2. BERITA BESAR (ANNABA’)

Ditulis oleh annaba17 di/pada September 19, 2008

‘amma Yatasaa-aluun. ‘anin naba-il ‘azhiim. Alladzii hum fiihi mukhtalifuun. Kallaa saya’lamuun. Tsumma kallaa saya’lamuun.

Tentang apa mereka saling bertanya-tanya. Tentang Berita yang Besar. Yang mereka tentangnya saling berselisih. Sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. Kemudian sekali-kali tidak, kelak mereka akan mengetahui. (Annaba’ 78 : 1 – 5).

Tuan-tuan sekalian, atas apa yang telah aku sampaikan kepadamu yang dari tuhanmu, apakah kamu telah mendengarnya lalu beriman (percaya), apakah kamu telah mendengarnya lalu pura-pura tidak saja (ragu-ragu), apakah kamu telah mendengarnya lalu mendustakannya, atau memang kamu belum pernah dengar sama sekali; “Bahwa Pemimpin telah datang di kota tuan-tuan”. Maka untuk hal ini bertanya-tanyalah orang yang sentiasa

ada penyakit didalam dadanya, berita apakah ini?, lalu mereka bertanya kesana-kemari sehingga terjadilah perselisihan. Namun ingat! Sekali-kali ini tidak main-main, jangan sampai pada waktu yang dima’lumkan kamu masih dalam keragu-raguan atas apa yang aku sampaikan kepadamu yang dari Tuhanmu. Kelak kamu pasti mengetahui.

Pertama kali Berita Besar ini dikumandangkan di Masjid Raya Labuhan, Medan Labuhan Sumatera Utara. Tepat pada hari Jum’at terakhir tahun 1424 H jam 13.30 Wib di depan jama’ah Jum’at yang tak bisa pulang karena hujan sangat derasnya. Dan ketika itu api majusi yang tak pernah mati, mati saat itu (listrik mati seKodya Medan sampai ke Stabat dan baru menyala pada malam hari jam 21.00 Wib dan 23.00 Wib) “Yaa aiyyuhalladziina aamanuu Athii’ullaaha wa athii’urrasuula wa ulil amri minkum …”.

Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

Hai orang-orang yang percaya: Taat patuhlah kamu kepada Allah dan taat patuhlah kamu kepada utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu …

Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti patuh kepada Utusan. Untuk benarnya kamu telah taat patuh kepada Allah dan Utusan, kamu mesti datangi Pemimpin yang telah didatangkan oleh Tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah bukan tiga namun satu jua adanya.

Telah aku serukan kepadamu “Qul huwallaahu ahad”. Katakanlah : Dia Allah Satu. Dimanakah satunya ? Satunya di yang menyerukan kepadamu sekalian saat ini.

Kedua kali Berita Besar ini kembali dikumandangkan di Masjid Baiturrahman Brayan Bengkel. Tepat pada hari Ahad tanggal 27 Rajab 1425 H jam 11.00 Wib, di depan para maulai-maulai (pemuka-pemuka agama) yang oleh Panitia Peringatan Isra` wal Mi’raj Pengajian Attauwwabiin, maulai tersebut sengaja diundang untuk menyatukan umat Islam katanya. Alhamdulillaah, hanya dalam waktu 5 (lima) menit yang diberikan panitia, yang sebenarnya bukan termasuk dalam tertib acara, maka tersyi’arlah Berita Besar ini supaya mereka mau menundukkan diri bersatu mengikuti apa yang aku disuruh Tuhanku serukan kepadamu.

Untuk kesekian kalinya kembali dikumandangkan Berita Besar ini di Kelurahan Pekan Labuhan didepan masyarakat Labuhan yang dihadiri perangkat Kelurahan, Muspika, para maulai termasuk MUI mitra Polisi. Tepat pada malam Rabu, 12 Ramadhan 1425 H jam 22.00 Wib. “Qul yaa aiyyuhannaas : innamaa analakum nadziirun mubiin”. Katakanlah, Hai manusia (hai orang-orang kampung) : hanyasanya Aku ini

bagi kamu seorang pemberi peringatan yang nyata. Untuk ke Allah, kamu mesti ke Utusan, untuk ke Allah dan ke Utusan kamu mesti ke Pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Jangan kamu katakan ini tiga, melainkan ini satu jua adanya (esa).

Pengkabaran yang terakhir ini setelah terjadinya peristiwa pelemparan rumah dan pengikut-pengikut yang beriman (percaya) kepada apa yang aku disuruh oleh Tuhanku untuk diserukan kepadamu pada siang harinya.

Mudah-mudahan Allah menyempurnakan kalimahnya. Aamiin … aamiin … aamiin … yaa Rabbal ‘aalamiin.

Saudara-saudaraku sekalian, aku berharap agar kamu jangan sekali-kali mempertanyakan tentang Berita Besar ini kepada selain yang membawakan Berita Besar ini kepadamu. Karena ada 2 kemungkinan jawaban yang akan kamu terima, yaitu orang yang mengatakan ini benar dan satu lagi orang yang mengatakan ini salah.

Kalaupun kamu bertanya kesana kemari, baik apakah itu seorang ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, yang dinamakan pemuka-pemuka agama (maulai-maulai) dari kaummu, boleh jadi mereka mengatakan apa yang aku beritakan ini adalah benar, tetapi tetap mereka tidak mau menundukkan diri untuk bersatu, maka beliau-beliau ini adalah pembohong. Karena untuk membenarkan bukan jawaban mulut yang didengarkan melainkan jawaban tangan dan kaki sebagai saksi atas apa yang mereka perbuat.

Kebanyakan kalau kamu bertanya kepada seorang ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, yang dinamakan pemuka-pemuka agama (maulai-maulai) dari kaummu, mereka akan mengatakan: “Sesungguhnya ini adalah kesesatan yang nyata”. Maka atas jawaban seperti ini, aku mengatakan: ”Benarlah Allah dengan segala firmanNya”.

Qaalal mala-u min qaumihii innaa lanaraaka fii dhalaalin mubiin.

Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar dalam kesesatan yang nyata”.

Ada pula mungkin yang kamu bertanya kepadanya, dia hanya diam sambil tersenyum-senyum saja karena tidak berani untuk menjawabnya. Ini terjadi disebabkan:

· Tidak ada pengetahuannya tentang ini

· Takut menerima kenyataan, sehingga hanya menyeletuk: ini dulu atau ini nanti, sekarang mana ada lagi.

· Takut dikatakan ‘ilmunya kurang

· Takut kehilangan popularitas, dikarenakan selama ini sudah jadi ustadz, ‘ulama, kiai, syekh, dsb.

· Takut kehilangan pengikut.

· Dan banyak lagi sebab yang lain, yang kesemuanya akhirnya adalah memakai sifat enggan dan menyombongkan diri. Dan mudah-mudahan kamu tahu siapa mereka yang mempunyai sifat ini.

Wahai saudara-saudaraku, jangan kamu buruk sangka atas apa yang aku sampaikan berupa Berita Besar ini kepadamu sekalian. Jangan kamu buruk sangka dari mana ‘ilmu kuperoleh sehingga kamu bertanya dimana dia sekolah atau mengaji. Dan bagaimana cara aku beribadah sehingga kamu bertanya sesuaikah ‘ibadahnya seperti yang dibuat nenek moyang kita selama ini. Shalatnya pakai qunut atau tidak, kalau ada yang meninggal pakai tahlilan apa tidak, megang qur`an pakai wudhu` apa tidak. Yang semuanya itu membuatkan kamu semakin jauh dari apa yang aku disuruh Tuhanmu untuk kusampaikan kepadamu.

Aku tidak minta belas kasih darimu sedikitpun atas apa yang aku sampaikan ini. Kalau kamu percaya (iman), maka iman itu bagimu dan kalau kamu tak percaya (ingkar), maka kamu ingkar kepada dirimu sendiri.

Alhaqqu min rabbika falaa takuunanna minal mumtariin.

Kebenaran ini dari Tuhanmu maka jangan kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

*Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.*

Ditulis dalam 2. AN-NABA | yang berkaitan: | Leave a Comment »

1. Seruan Imam Mahdi

Ditulis oleh annaba17 di/pada September 3, 2008

Artinya :

“Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)

.

Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk

menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia

.

Artinya :

“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)

.

Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,

Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :

.

Artinya :

“Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”

(Al Qalam; 15)

.

Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,

Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.

.

Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.

.

Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?

.

Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.

Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.

.

Dan Allah SWT berfirman:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”

(Ali Imran ; 142)

.

ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)

Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.

.

Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.

.

Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.

.

Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

Ditulis dalam 1. SERUAN IMAM MAHDI | yang berkaitan: | Leave a Comment »